Mengapa Punya Anak Itu Menyenangkan

Dari dulu, punya anak itu memang menyenangkan. Buktinya banyak orang yang ingin punya anak. Meskipun makin ke sini makin ada tren yang unik mengenai anak. Salah satunya yang kita tahu fakta di Jepang yang unik, angka kelahirannya semakin merosot. Entah apa yang menyebabkan. Namun kemungkinan terbesarnya adalah mereka (orang Jepang) tidak mau terlalu repot mengurusi anak.

Punya anak memang merepotkan. Kamu harus hamil selama sekitar 9 bulan. Saat hamil pun banyak sekali kesusahan yang kamu dapatkan, mulai dari mual hingga susah tidur malam. Belum lagi berat beban dari bayi yang ada di dalam kandungan. Tak hanya itu, proses melahirkan pun tidak mudah. Mulai dari biayanya yang cukup besar hingga rasa sakit yang dialami oleh sang ibu.

Namun, anehnya banyak orang yang tidak kapok-kapok punya anak. Bahkan ada yang sampai punya anak 10 lebih. Istilah Jawa-nya adalah kapok lombok. Sekarang kapok, besok lupa sakitnya, lalu kepengen punya anak lagi. Haha.

Hal ini tentu saja karena memang anak itu adalah pelipur mata bagi orang tuanya. Punya anak memang bisa membuat orang tua menjadi senang. Dan semua rasa sakit dan lelah yang dirasakan hilang begitu saja ketika melihat wajah polos sang bayi.

Anak Mengajari Untuk Jadi Kecil Kembali

Kamu masih ingat masa kecilmu dulu? Kebanyakan dari kamu pasti lupa dengan masa kecilmu. Saya pun juga sudah banyak yang lupa. Saya hanya ingat saat umur 5 tahunan. Di bawah umur itu, seakan ingatan saya terhapuskan. Dengan punya anak, kamu akan mengingat bahwa kamu dulu juga melakukan hal-hal yang lucu seperti anakmu sekarang. Kamu juga akan menjadi anak kecil kembali saat bersahabat dengan anakmu. Karena anak kecil hanya akan bersahabat dengan orang yang bertingkah seperti anak kecil pula.

Mereka Selalu Fotogenik

Anak kecil itu unik. Difoto saat dalam apa pun tetap lucu. Beda sekali dengan orang dewasa yang harus menata posisi dulu sebelum foto. Anak kecil sangat mudah menghasilkan foto lucu. Mulai dari tangisnya, tawanya, tidurnya, bahkan marahnya pun lucu. Itulah yang tidak dimiliki oleh orang dewasa. Tak hanya foto lucu saja, sebagian kita juga mendokumentasikan video lucu dari tingkah anak kita.

Anak Membuat Kita Introspeksi

Dari mana seorang dewasa ditegur? Dari sikap anaknya. Anak adalah imitator yang paling hebat. Dia akan meniru kelakuan kita. Jika kita pemarah, maka dipastikan anak kita juga akan menjadi pemarah. Jika kita suka bohong, maka dia akan menjadi pembohong. Untuk itu, segera introspeksi diri saat anak-anak kita melakukan hal-hal yang buruk. Bisa jadi itu karena ulah kita.

Dan dari hal ini secara tidak langsung semacam dinasehati secara frontal oleh anak sendiri. Meskipun mereka tidak langsung menasehati secara terang-terangan. Tentu saja nasehat ini akan lebih masuk di hati kita dibandingkan dengan nasehat bentuk lainnya.

Itulah 3 hal alasan mengapa punya anak itu menyenangkan. Apalagi jika nantinya anak-anak yang kita asuh menjadi pribadi yang baik dan berbakti kepada orang tua. Tentu saja hal ini akan lebih menyenangkan lagi. Selain 3 hal di atas, masih banyak lagi alasan mengapa punya anak menyenangkan. Buktinya sampai saat ini rumah sakit bersalin tiap harinya tak pernah sepi dari menangani ibu yang melahirkan 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *