Cara Menjalin Hubungan Baik dengan Mertua

Setelah menikah saya dan suami memang sempat mengontrak sendiri hingga pada akhirnya malahan tinggal di rumah mertua. Konyol memang, karena kondisi kontrakan saat itu gak memungkinkan untuk kami tinggal. Bayangkan air gak keluar selama berbulan-bulan. Jadi kamu sering mengungsi ke rumah mertua, hingga akhirnya menetap selama ini.

Tinggal dengan mertua awalnya bukan hal yang menyenangkan. Karena saya punya banyak perbedaan prinsip dengan mertua. Jangankan saya, anaknya sendiri juga begitu. Bedanya kalau anaknya sendiri ngelawan udah biasa, wakaka. Tapi kalau menantunya yang ngelawan bisa beda tanggapan.

Awal-awal tinggal dengan mertua memang cukup sulit karena banyak yang harus ditoleransi hingga terkadang batas toleransi itu terlewati dan saya merasa kesal. Tapi seiring berjalannya waktu saya dan mertua semakin bisa menghargai pendapat satu sama lain. Dari semua pengalaman yang saya alami saya bisa menyimpulkan beberapa cara untuk menjalin hubungan baik dengan mertua. Terutama ibu mertua nih. Yuk simak beberapa cara menjalin hubungan baik dengan mertua.

Berniat untuk Menjalin Hubungan Baik

Niat baik menjadi salah satu peran utama dalam menjalin hubungan dengan mertua.

Tahu gak sih, ada beberapa orang yang memang gak menginginkan dekat dengan mertuanya. Entah itu alasannya karena apa. Sehingga hubungan baik dengan mertua dijamin gak akan bisa terwujud karena dari lubuk hatinya memang gak ingin dekat dengan mertua. Saya sendiri memang sering dibilangin oleh ibu saya untuk menjalin hubungan baik dengan mertua. Karena bagaimana pun juga mertualah yang pertama kali menyayangi suami kita. Jadi tanamkan dalam hati untuk berusaha menjalin hubungan baik dengan mertua entah itu dengan ibu atau bapaknya. Karena dari niat ini akan menentukan juga sikap kita terhadap mertua.

Jaga Jarak Aman

Semua orang butuh area yang tak perlu dicampuri orang lain bahkan orang tua sendiri.

Bukan hanya kendaraan aja yang harus jaga jarak, hubungan antara manusia terkadang harus jaga jarak. Jaga jarak ini bukan bermaksud menjauh tetapi lebih memahami seberapa dalam kamu bisa mencampuri urusan mertua dan juga sebaliknya. Ada kalanya saya gak cerita ketika saya dan suami bertengkar. Kami memang gak suka ada yang ikut campur urusan kami, meski orang tua sekali pun. Karena orang tua terkadang memberikan solusi yang gak sesuai. Lagi pula itu juga akan memberikan efek terhadap menantu dan mertua. Apalagi terkadang mertua akan lebih membela anaknya sendiri. Meski ada juga sih mertua yang gak mau bela anaknya kalau anaknya salah. Tapi akan lebih baik kalau merahasiakan permasalahan kamu dari orang tua. Kecuali memang butuh sekali untuk dirundingkan dengan orang tua.

Sering-Sering Memberikan Hadiah

Memberikan hadiah pada mertua dapat membuat hubungan menantu dan meruta menjadi semakin baik.

Gak dipungkiri, memberikan hadiah kepada mertua akan memiliki efek yang bagus dalam hubungan menantu dan mertua. Tentunya kamu bisa memilih hadiah yang sekiranya sesuai dengan selera mertua. Saya sendiri memang sering membelikan ini itu, mulai dari hal sepele hingga yang gak sepele. Dan gak lupa adik ipar pun kadang juga butuh diberikan hadiah, meski sekedar dikasih uang jajan.

Bersabar dengan Sikap Mereka

Bersabar memang gak mudah, tapi cobalah.

Ini adalah poin yang cukup sulit. Saya sendiri terkadang masih sulit bersabar dengan keabsurd-an mertua. Lagi-lagi karena kami (saya dan suami) punya prinsip yang berbeda dengan mertua, sehingga membuat kami terkadang sulit untuk menyamakan pandangan dan harus bersabar. Apalagi jika prinsip kami dinyiyir segala. Maka harus kuat-kuat menahan rasa kesal di dalam hati. Sambil menghibur diri kami sendiri. Karena pada dasarnya memang gak semua orang bisa menghargai prinsip orang lain, bahkan orang tua sendiri.

Berbicara dengan Nada Halus

Berbicara dengan nada halus akan membuat komunikasi menjadi lebih baik.

Meski di tempat saya tinggal saat ini kebanyakan orang berbicara dengan nada tinggi, saya gak pernah berbicara pada mertua dengan nada tinggi. Karena memang saya gak pernah berbicara dengan nada tinggi kecuali memang lagi marah. Mertua pun gak pernah berbicara dengan nada tinggi pada saya padahal kalau sama anaknya ngomongnya pake logat Suroboyo yang kasar.

Memahami Kebiasaan Mertua

Memahami kebiasaan satu sama lain akan memudahkan kamu dalam menjalin hubungan baik satu sama lain.

Namanya juga bukan orang tua sendiri, jadi memang harus berusaha memahami kebiasaan mertua. Entah itu dalam keseharian atau pun kebiasaan lain yang mungkin gak sesuai dengan kebiasaan kita. Memang awalnya mungkin sulit ya, tapi lama-lama kamu juga akan hafal dengan kebiasaan mereka dan meski gak membaur dengan kebiasaan itu seenggaknya ditoleransi. Jangan dicela atau pun diberi masukan yang gak enak. Lebih baik perhatikan saja.

Itulah cara menjalin hubungan baik dengan mertua versi saya. Kalau versi kamu bagaimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *